Zulkifli Bujir: Dari Pena, Perjuangan, hingga Dunia Usaha, Menenun Pengabdian untuk Sumbawa Barat
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 6 Agu 2026
- visibility 388

“Bagi saya, pengabdian bukan tentang seberapa tinggi jabatan yang diraih, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan. Melalui pena, dunia usaha, dan kerja nyata, saya ingin menjadi bagian dari perubahan untuk membangun Sumbawa Barat yang lebih maju, berdaya saing, dan bermartabat.” — Zulkifli Bujir
Lombokvoice.com | Di tengah dinamika pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), nama Zulkifli Bujir, S.Sos hadir sebagai salah satu figur muda yang memilih jalan pengabdian melalui tiga medan sekaligus: jurnalistik, gerakan sosial, dan kewirausahaan. Baginya, perubahan tidak cukup hanya diwacanakan, tetapi harus diperjuangkan melalui karya, keberanian menyampaikan kebenaran, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Dari ruang redaksi hingga dunia usaha, ia berupaya membuktikan bahwa anak muda mampu menjadi bagian dari solusi bagi daerahnya.
Lahir dan tumbuh dengan semangat mencintai tanah kelahirannya, Zulkifli menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar Sarjana Sosial (S.Sos). Masa perkuliahan di Kota Malang menjadi titik penting yang membentuk cara pandangnya terhadap demokrasi, kepemimpinan, dan pembangunan masyarakat. Aktivitas organisasi, diskusi akademik, serta dunia jurnalistik kampus mengasah kemampuan berpikir kritis dan membangun karakter kepemimpinan yang kemudian menjadi bekal dalam perjalanan hidupnya.
Sekembalinya ke Kabupaten Sumbawa Barat, Zulkifli memilih terjun langsung mengawal berbagai persoalan publik. Ia mendirikan Forum Pemantau Kebijakan Daerah (FPKD) sebagai wadah kontrol sosial yang mendorong transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Baginya, demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat yang berani mengawasi sekaligus memberikan solusi terhadap setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat.
Kecintaannya terhadap dunia jurnalistik melahirkan sebuah media yang kini dikenal masyarakat, yaitu HarianSumbawa.com, di bawah naungan PT Raffa Inti Media Group. Sebagai pendiri, Direktur, Pemimpin Umum, sekaligus Pemimpin Redaksi, Zulkifli membangun media tersebut dengan semangat menghadirkan informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik. Baginya, pers bukan sekadar penyampai berita, melainkan pilar demokrasi yang menjaga transparansi dan menjadi ruang bagi suara masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, HarianSumbawa.com berkembang menjadi salah satu media lokal yang aktif mengangkat isu pemerintahan, hukum, ekonomi, olahraga, pendidikan, lingkungan hidup, hingga pembangunan desa. Tidak sedikit karya jurnalistik dan opini yang ditulisnya menjadi bahan diskusi publik karena mengangkat isu-isu strategis dengan pendekatan yang kritis, namun tetap mengedepankan etika dan keberimbangan.
Kiprah Zulkifli tidak berhenti di dunia media. Ia juga dikenal sebagai seorang pengusaha lokal yang mendirikan CV Dayu Laris Tama dan menjabat sebagai Direktur perusahaan tersebut. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan material bangunan dan kebutuhan konstruksi di Kabupaten Sumbawa Barat. Baginya, dunia usaha adalah ruang pengabdian lain yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi lokal, serta mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
Menjadi jurnalis sekaligus pengusaha bukanlah dua peran yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi. Zulkifli meyakini bahwa media membangun kesadaran publik, sedangkan dunia usaha membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Filosofi itulah yang membuatnya terus berupaya menghadirkan nilai manfaat, baik melalui informasi yang mencerdaskan maupun melalui aktivitas ekonomi yang produktif dan bertanggung jawab.
Dalam berbagai kesempatan, Zulkifli juga aktif menyuarakan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Berbagai tulisan dan pandangannya mengenai pembangunan daerah, pelayanan publik, pengelolaan anggaran, serta pemberdayaan masyarakat menunjukkan komitmennya agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, bukan hanya menjadi angka dalam dokumen perencanaan.
Aktivitasnya di dunia organisasi semakin memperkuat perannya sebagai tokoh muda yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah. Ia membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, insan pers, organisasi kepemudaan, akademisi, hingga pemerintah. Baginya, kemajuan daerah tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan melalui kolaborasi yang dilandasi kepercayaan dan tujuan yang sama.
Bagi Zulkifli, kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan keberanian mengambil tanggung jawab. Ia percaya bahwa generasi muda memiliki energi, gagasan, dan keberanian untuk membawa perubahan. Karena itu, ia terus mendorong lahirnya ruang-ruang partisipasi yang memberi kesempatan kepada anak muda untuk berkarya, berinovasi, dan ikut menentukan arah pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat.
Perjalanan hidup Zulkifli Bujir menggambarkan bahwa pengabdian dapat dilakukan melalui banyak jalan. Sebagai jurnalis, ia memperjuangkan kebenaran melalui pena. Sebagai aktivis sosial, ia mengawal kepentingan masyarakat. Sebagai pengusaha, ia berupaya menggerakkan ekonomi lokal. Ketiga peran tersebut berpadu menjadi sebuah komitmen untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi daerah yang dicintainya.
Di tengah berbagai tantangan zaman, Zulkifli Bujir terus menapaki jalan pengabdian dengan keyakinan bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian untuk memulai. Melalui media, organisasi, dan dunia usaha, ia berikhtiar menghadirkan kontribusi nyata bagi Kabupaten Sumbawa Barat. Bagi dirinya, keberhasilan bukan hanya diukur dari capaian pribadi, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Itulah filosofi yang terus ia pegang: membangun daerah dengan integritas, mengabdi dengan karya, dan meninggalkan jejak yang bernilai bagi generasi yang akan datang. (**)
- Penulis: admin







Saat ini belum ada komentar