Komdigi Gelar Kunjungan Jurnalistik, Soroti Keberhasilan “Kampung Internet” di NTB
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 23 Apr 2026
- visibility 83

LOMBOKVOICE, LOMBOK – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar kegiatan Kunjungan Jurnalistik bertajuk “Kampung Internet Nusa Tenggara Barat”. Agenda strategis ini berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 April 2026, dengan tujuan memotret keberhasilan transformasi digital di tingkat desa dan memperkuat narasi kemajuan teknologi nasional.
Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan misi peninjauan mendalam untuk mengevaluasi efektivitas infrastruktur digital serta optimalisasi pemanfaatan internet di wilayah penyangga ekonomi daerah.
Dua lokasi yang menjadi titik sentral perhatian adalah Desa Setanggor dan Desa Jeruk Manis. Pemilihan kedua desa ini didasarkan pada capaian mereka yang dianggap berhasil menjadi model konkret integrasi teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pariwisata, hingga tata kelola pemerintahan.
Melalui kegiatan ini, Komdigi ingin menampilkan dampak nyata konektivitas terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat. Ada tiga pilar utama yang menjadi sorotan utama dalam kunjungan ini:
1. Pemberdayaan UMKM Menembus Pasar Global
Tim meninjau langsung bagaimana para perajin tenun dan pelaku kuliner di Desa Setanggor memanfaatkan teknologi. Akses internet memungkinkan mereka menggunakan platform e-commerce dan media sosial untuk memangkas rantai distribusi, sehingga produk lokal dapat bersaing dan menjangkau pasar nasional hingga mancanegara.
2. Pendidikan Digital yang Inklusif
Pemerintah memastikan fasilitas pendidikan di pelosok NTB kini telah terhubung dengan jaringan internet yang stabil. Hal ini mendukung metode pembelajaran jarak jauh serta membuka akses tak terbatas bagi siswa dan guru ke perpustakaan digital global.
3. Efisiensi Birokrasi Desa
Transformasi digital juga dirasakan dalam pelayanan publik. Sistem administrasi kependudukan yang terdigitalisasi memungkinkan warga mengurus berbagai dokumen secara lebih cepat, transparan, dan efisien tanpa prosedur yang berbelit.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari visi pemerataan pembangunan, di mana keadilan sosial juga dimaknai sebagai keadilan dalam akses informasi. Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital hingga ke pelosok negeri adalah prioritas utama untuk menutup kesenjangan digital (digital divide).
“Melalui penguatan ‘Kampung Internet’, kita memastikan bahwa kemajuan teknologi bukan hanya milik masyarakat perkotaan, melainkan mesin penggerak ekonomi bagi warga di pelosok desa,” demikian bunyi keterangan resmi Kementerian.
Komdigi berharap keberhasilan yang telah dicapai di NTB dapat dijadikan sebagai cetak biru (blueprint) atau model replikasi bagi daerah lain di seluruh Indonesia. Dengan sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat, target menuju Indonesia Emas berbasis digital diyakini akan semakin cepat terwujud. (Admin02-LV)
- Penulis: admin







Saat ini belum ada komentar