Breaking News
light_mode
Trending Tags

CFD Difungsikan untuk Acara Pejabat, Pedagang Kecil Jadi Korban: Ruang Publik atau Panggung Seremonial?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
  • visibility 44

LOMBOKVOICE, MATARAM – Konsep Car Free Day (CFD) yang digadang-gadang sebagai “ruang napas” ekonomi bagi rakyat kecil dan UMKM, kembali menuai kontroversi. Alih-alih menjadi wadah produktivitas masyarakat, kebijakan ini dinilai sering kali berubah fungsi menjadi tempat seremoni yang mengesampingkan nasib pedagang kecil.

Kritikan keras dilontarkan terkait praktik yang kerap terjadi, di mana area CFD tiba-tiba harus “steril” demi kegiatan senam atau acara resmi pejabat. Akibatnya, pedagang yang sudah bersusah payah mempersiapkan dagangan sejak dini hari, terpaksa harus menggeser lapak secara mendadak tanpa persiapan matang.

Para pedagang kecil kerap menjadi pihak yang paling dirugikan. Mereka harus bangun sejak pukul 03.00 dini hari, memasak, dan mendorong gerobak demi memenuhi kebutuhan hidup serta biaya sekolah anak. Namun, keputusan pemindahan lokasi sering kali dikeluarkan secara sepihak dan mendadak.

“Kursi lipat memang gampang dipindah, tapi nasib orang yang mencari nafkah dari situ tidak bisa seenaknya digeser,” ungkap keterangan yang beredar, menyoroti minimnya empati dalam pengambilan keputusan.

Ironisnya, masih banyak fasilitas umum lain yang luas dan memadai seperti Lapangan Muhajirin, Lendang Bolet, hingga berbagai Gedung Olahraga (GOR) yang seharusnya bisa digunakan untuk kegiatan senam atau upacara. Namun, area CFD justru menjadi pilihan utama yang dikorbankan.

Hal ini memunculkan persepsi bahwa di mata birokrasi, keringat dan penghidupan pedagang kecil dinilai lebih murah dibandingkan kebutuhan panggung seremonial semata. Ruang publik yang seharusnya milik semua orang, mendadak dimonopoli untuk kepentingan segelintir pihak.

Salah satu kritik paling tajam menyentuh pola pikir birokrasi yang memandang ekonomi rakyat sepele, layaknya memindahkan kursi hajatan. Keputusan diambil dari balik ruangan ber-AC tanpa memahami dampak nyata di lapangan: omzet yang hilang, pelanggan yang kabur, hingga bahan makanan yang terbuang sia-sia karena basi.

Sementara pedagang merugi, penyelenggara acara tetap terlihat sukses dengan dokumentasi foto dan laporan kegiatan yang “berjalan lancar”.

Menanggapi hal ini, dinilai tidak adil jika menyalahkan aparat di lapangan seperti Satpol PP. Pasalnya, mereka hanyalah menjalankan perintah atasan, bahkan tak jarang justru turut membantu memindahkan barang dagangan.

Masalah utama terletak pada sistem dan pola pikir pengambil kebijakan yang selalu menganggap rakyat kecil harus siap mengalah kapan saja. Hal ini bertolak belakang dengan janji politik dan Peraturan Daerah yang menyatakan keberpihakan pada UMKM.

Ahmad Nouval Faorani, Sekjen Lembaga Semesta NTB, menegaskan sikapnya terkait fenomena ini.

“Pemerintah berteriak ‘UMKM Naik Kelas’, tapi di lapangan mereka disuruh minggir tiap ada hajatan penguasa. Jangan mimpi ekonomi rakyat tumbuh kalau ruangnya saja tidak pernah benar-benar milik mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, CFD tanpa keberadaan rakyat kecil ibarat jalan kosong tanpa jiwa. “Pemerintah yang tega mengosongkan jalan itu, sedang mengosongkan kepercayaannya sendiri,” pungkasnya. (**)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sumbawa Resmi Buka Sail Indonesia, Momentum Strategis Promosi Pariwisata

    Bupati Sumbawa Resmi Buka Sail Indonesia, Momentum Strategis Promosi Pariwisata

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Syaiful Bahri
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sumbawa Besar, Lombokvoice | Sebanyak 30 kapal layar dari berbagai negara bersandar di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, dalam rangkaian Sail Indonesia International Yacht Rally 2025. Acara Welcome Ceremony yang berlangsung hangat dan penuh semangat ini secara resmi dibuka oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, Senin malam, 15 Septembet 2025. Hadir dalam acara […]

  • Tim Gakkum LHK NTB Turun Pulbaket, PETI Belo Kembali Menggeliat: Pelaku dan Backing Mulai Dibidik

    Tim Gakkum LHK NTB Turun Pulbaket, PETI Belo Kembali Menggeliat: Pelaku dan Backing Mulai Dibidik

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    “Belo kini menjadi titik uji: jika tambang ilegal tetap beroperasi setelah diperingatkan, publik patut bertanya siapa yang sebenarnya kebal hukum dan sejauh mana aparat berani membongkar jaringan di belakangnya.” Lombokvoice, Jereweh | Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, kembali menggeliat setelah sebelumnya ditertibkan. Empat titik aktivitas ditemukan kembali oleh […]

  • Diduga Beroperasi 4 Hari Berturut-turut, Perjudian “Bola Adil” Di Rona-Rona Desa Ganti

    Diduga Beroperasi 4 Hari Berturut-turut, Perjudian “Bola Adil” Di Rona-Rona Desa Ganti

    • calendar_month Sel, 13 Okt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    LOMBOK TENGAH, Lombokvoice 13 Oktober 2026 — Suasana meriah hiburan rakyat “Rona-Rona” di Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, ternyata menyisakan kekhawatiran mendalam di kalangan warga. Di balik keramaian yang seharusnya menjadi sarana rekreasi keluarga, muncul dugaan kuat adanya praktik perjudian berjenis “bola adil” yang telah beroperasi terbuka selama empat hari berturut-turut. Keresahan […]

  • Jadi Menpora, Erick Thohir Yakin FIFA Tak Masalah

    Jadi Menpora, Erick Thohir Yakin FIFA Tak Masalah

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Jakarta, Lombokvoice | Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan dirinya saat ini masih menjabat sebagai ketua umum (Ketum) PSSI. Ia mengaku masa depannya sebagai ketum PSSI akan ditentukan oleh Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA. “Hari ini iya (ketum PSSI), karena kalau kita lihat sebelumnya sendiri kan saya, waktu menteri […]

  • Dedi Efendi S.Par: Terobosan Belajar di Alam, Bangun Karakter dan Kesadaran Lingkungan Siswa Darul Haqiqi

    Dedi Efendi S.Par: Terobosan Belajar di Alam, Bangun Karakter dan Kesadaran Lingkungan Siswa Darul Haqiqi

    • calendar_month Rab, 5 Agu 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

      LOMBOK, Lombokvoice – Dunia pendidikan tak hanya terbatas di dalam ruang kelas berempat dinding. Pemikiran itu diwujudkan secara nyata oleh Dedi Efendi S.Par, tenaga pengajar di SMP IT dan SMK IT Darul Haqiqi. Melalui pendekatan belajar yang unik, alumni pendidikan Yogyakarta ini membawa siswa untuk keluar kelas, menyatu dengan alam, dan menemukan semangat belajar […]

  • Lebih dari Kontribusi Ekonomi: Sinergi Pemerintah KSB dan PT AMNT Membangun Warisan Daerah

    Lebih dari Kontribusi Ekonomi: Sinergi Pemerintah KSB dan PT AMNT Membangun Warisan Daerah

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Oleh: Yudi Prayudi, Pemuda Kabupaten Sumbawa Barat Lombokvoice.com – Kehadiran industri pertambangan di suatu daerah selalu membawa harapan besar sekaligus tanggung jawab yang tidak kecil. Di satu sisi, aktivitas pertambangan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah, terutama melalui penerimaan negara dan daerah. Namun di sisi lain, pemanfaatan sumber daya alam juga menghadirkan pertanyaan yang jauh […]

expand_less Back to top