Dedi Efendi S.Par: Terobosan Belajar di Alam, Bangun Karakter dan Kesadaran Lingkungan Siswa Darul Haqiqi
- account_circle redaktur
- calendar_month Rab, 5 Agu 2026
- visibility 119

LOMBOK, Lombokvoice – Dunia pendidikan tak hanya terbatas di dalam ruang kelas berempat dinding. Pemikiran itu diwujudkan secara nyata oleh Dedi Efendi S.Par, tenaga pengajar di SMP IT dan SMK IT Darul Haqiqi. Melalui pendekatan belajar yang unik, alumni pendidikan Yogyakarta ini membawa siswa untuk keluar kelas, menyatu dengan alam, dan menemukan semangat belajar dari apa yang disuguhkan lingkungan sekitar.
Bagi Dedi, belajar di tengah alam bukan sekadar variasi kegiatan, melainkan sebuah metode yang menyentuh berbagai aspek tumbuh kembang siswa. “Ketika siswa belajar sambil menikmati esensi alam, motivasi mereka tumbuh secara alami. Udara segar, pemandangan yang menenangkan, dan keberagaman ekosistem yang dilihat langsung turut menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik serta mental mereka,” ujarnya saat di konfirmasi di Mataram 5 Agustus 2026.
Lebih dari sekadar aktivitas rekreasi, cara ini menjadi sarana mendasar untuk menanamkan kesadaran mendalam tentang hubungan manusia dan alam. “Alam dan kita adalah satu kesatuan yang saling memberi. Ada timbal balik yang tak terpisahkan: jika kita merawat alam, alam akan menjaga kita. Pemahaman ini harus ditanamkan sejak dini, bukan sekadar lewat hafalan, tapi lewat pengalaman merasakan langsung keterkaitan itu,” tambah Dedi.
Terobosan ini juga menyasar pola pikir siswa agar lebih maju dan kritis. Saat berinteraksi langsung dengan lanskap alam serta mengamati kearifan lokal masyarakat setempat—mulai dari cara bertani, beternak, hingga berdagang—siswa tidak hanya terpaku pada buku teks. Mereka belajar memahami realitas kehidupan yang lebih luas, yang jarang tersentuh pembelajaran konvensional di dalam kelas.
Langkah yang diambil Dedi Efendi ini menjadi bukti kontribusi nyata bagi generasi penerus SMP IT dan SMK IT Darul Haqiqi. Melalui pendekatan ini, tidak hanya wawasan akademik yang diperkaya, namun sekaligus tertanam tiga nilai utama: jiwa peduli lingkungan, kesadaran menjaga kesehatan diri, serta tanggung jawab merawat alam sebagai anugerah bersama.
Inilah warna baru pendidikan yang dibawa seorang pendidik yang tak berhenti berpikir, bahwa alam adalah kitab luas yang paling nyata untuk dipelajari, dijaga, dan diwariskan.
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar