Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua Umum Semesta NTB Beri Ultimatum Keras, Juluk Sekda Lombok Tengah ‘The King of Lip Service’

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
  • visibility 139

Lombokvoice, Lombok Tengah – Ketua Umum Semesta NTB melayangkan protes keras dan kekecewaan mendalam terhadap kinerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah. Dalam pernyataan resminya, organisasi tersebut bahkan memberikan julukan khusus kepada pejabat setingkat nomor dua di pemerintahan kabupaten itu sebagai “The King of Lip Service”.

Kritik ini dilayangkan terkait dugaan lemahnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Menurut Ketua Umum Semesta NTB, banyak ritel modern di wilayah tersebut yang diduga beroperasi tanpa izin resmi dan tidak sesuai dengan aturan tata ruang daerah.

Tidak Menepati Komitmen

Ketua Umum Semesta NTB menjelaskan bahwa pihaknya telah jauh-jauh hari mengirimkan surat resmi untuk menagih janji dan komitmen Sekda dalam menindaklanjuti permasalahan tersebut. Bahkan, sebelumnya pada tanggal 26 November 2025, telah terjadi penandatanganan surat keputusan bersama yang menandakan kesepahaman untuk menegakkan produk hukum daerah.

Namun, ketika pihaknya datang secara resmi untuk melakukan audiensi, pertemuan tersebut tidak kunjung terjadi.

“Kami datang secara resmi untuk menemui beliau, namun Sekda enggan menemui kami dengan alasan yang tidak dapat kami terima. Hal ini sangat menyinggung dan terkesan menyepelekan kedatangan kami,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/04/2026).

Lebih jauh, pihaknya menilai sikap tersebut mencerminkan arogansi kekuasaan. Padahal, sebagai birokrat, Sekda sejatinya adalah pelayan masyarakat yang seharusnya terbuka untuk dikontrol.

“Peristiwa ini menunjukkan bagaimana arogansi Sekda Lombok Tengah yang notabene adalah pelayan masyarakat, justru enggan dan takut bertemu dengan tuannya sendiri. Sekda menutup ruang kritik yang merupakan nyawa demokrasi,” tegasnya.

Ultimatum dan Langkah Hukum

Akibat ketidakhadiran dan dugaan pengabaian tugas tersebut, Semesta NTB memberikan ultimatum keras. Berikut langkah-langkah yang akan diambil:

1. Aksi Massa: Menggelar gelombang aksi besar-besaran sebagai bentuk protes.
2. Laporan ke Ombudsman: Melaporkan dugaan maladministrasi dan pelanggaran prosedur kepada Ombudsman RI Perwakilan NTB.
3. Audit DPRD: Mengirimkan surat kepada DPRD Kabupaten Lombok Tengah agar segera melakukan fungsi pengawasan dan menindaklanjuti kelalaian tersebut.
4. Kaji Ulang Pajak dan Retribusi: Membuka persoalan lebih dalam terkait legalitas pembayaran pajak dan retribusi dari ritel-ritel yang tidak memiliki izin operasional.

“Jika ritel tersebut tidak memiliki izin yang jelas, lalu apa dasar hukum mereka menarik pajak dan retribusi? Apakah ada potensi dana tersebut masuk ke kantong pribadi oknum? Kami akan buka satu per satu dan hitung berapa kerugian Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat hal ini,” ancamnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Sekda Kabupaten Lombok Tengah terkait ultimatum dan tuduhan yang dilayangkan oleh Semesta NTB tersebut. (Admin02-LV)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Anggota DPRD KSB Diduga Berijazah Palsu, Proses Diduga Cacat Administrasi dan Melawan Hukum

    Oknum Anggota DPRD KSB Diduga Berijazah Palsu, Proses Diduga Cacat Administrasi dan Melawan Hukum

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Foto. Gambar Ilustrasi Dugaan Ijazah Palsu Oknum Anggota DPRD KSB Inisial R Dapil III Lombokvoice, Sumbawa Barat – Dugaan penggunaan ijazah palsu menyeret nama seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berinisial R. Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) III itu disebut-sebut menggunakan dokumen pendidikan yang keabsahannya diragukan saat mencalonkan diri sebagai wakil rakyat periode […]

  • Diduga Koperasi Merah Putih Desa Belo Jereweh Nambang di Konsesi Milik Perusahaan

    Diduga Koperasi Merah Putih Desa Belo Jereweh Nambang di Konsesi Milik Perusahaan

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Lombokvoice, Sumbawa Barat – Koperasi Merah Putih Desa Belo Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diduga melakukan aktivitas penambangan emas diwilayah konsesi milik perusahaan. Dari pengakuan warga setempat, terkomfirmasi koperasi tersebut akan mengelola lahan tambang seluas 600 hektar yang didalam nya termasuk konsesi salah satu perusahaan. Sementara merujuk pada prinsip hukum dan regulasi pertambangan di […]

  • BKPSDM KSB: PPPK Tak Boleh Rangkap Jabatan Anggota BPD 2.10 Play Button

    BKPSDM KSB: PPPK Tak Boleh Rangkap Jabatan Anggota BPD

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.346
    • 0Komentar

    Taliwang, Lombokvoice | Polemik soal rangkap jabatan yang melibatkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya menemukan titik terang. Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara (Kanreg BKN) X Denpasar telah memberikan penegasan resmi kepada pemkab bahwa PPPK, termasuk PNS, dilarang menjabat sebagai anggota “parlemen desa”. […]

  • CFD Difungsikan untuk Acara Pejabat, Pedagang Kecil Jadi Korban: Ruang Publik atau Panggung Seremonial?

    CFD Difungsikan untuk Acara Pejabat, Pedagang Kecil Jadi Korban: Ruang Publik atau Panggung Seremonial?

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    LOMBOKVOICE, MATARAM – Konsep Car Free Day (CFD) yang digadang-gadang sebagai “ruang napas” ekonomi bagi rakyat kecil dan UMKM, kembali menuai kontroversi. Alih-alih menjadi wadah produktivitas masyarakat, kebijakan ini dinilai sering kali berubah fungsi menjadi tempat seremoni yang mengesampingkan nasib pedagang kecil. Kritikan keras dilontarkan terkait praktik yang kerap terjadi, di mana area CFD tiba-tiba […]

  • FITRA Minta Dibatalkan Tunjangan DPRD NTB Meningkat

    FITRA Minta Dibatalkan Tunjangan DPRD NTB Meningkat

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Mataram, Lombokvoice | Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) NTB menyoroti kenaikan tunjangan perumahan dan komunikasi DPRD NTB. Pasalnya ditengah kesulitan ekonomi saat ini, tunjangan DPRD NTB meningkat. Direktur FITRA NTB, Ramli Ernanda pun meminta agar kenaikan tunjangan ini dibatalkan. “Kita minta kenaikan tunjangan ini dibatalkan. Fiskal daerah terbatas, belum lagi banyak skala prioritas yang […]

  • Dukung Pembangunan SDM, Komisi IV DPRD Sumbawa Dorong Empat Ranperda Inisiatif

    Dukung Pembangunan SDM, Komisi IV DPRD Sumbawa Dorong Empat Ranperda Inisiatif

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Arief Rahman Hakim
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sumbawa Besar, Lombokvoice | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Paripurna penting, Senin (15/09/2025), yang menghasilkan keputusan strategis. Agenda utama rapat adalah penyampaian tanggapan komisi-komisi terhadap pandangan umum fraksi-fraksi serta persetujuan pengesahan sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usul prakarsa komisi menjadi Ranperda DPRD Tahun 2025. Pada persidangan ini, Komisi IV DPRD Sumbawa […]

expand_less Back to top