Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pembangunan NTB Dinilai Masih Sentralistik: Wilayah Timur Terabaikan, Anggaran Diduga Berorientasi Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
  • visibility 41

LOMBOKVOICE, MATARAM – Ketimpangan pembangunan infrastruktur di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menjadi sorotan tajam. Di balik narasi besar “NTB Makmur Mendunia” yang gencar dipromosikan, realitas di lapangan menunjukkan kesenjangan yang mencolok, khususnya di wilayah pesisir timur seperti Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.

Sebuah kritik keras dilontarkan terkait pola pengelolaan anggaran di era kepemimpinan Lalu Muhamad Iqbal yang dinilai masih bersifat sentralistik dan tidak berpihak pada keadilan spasial.

Data menunjukkan bahwa dari total 1.493 kilometer jalan rusak di NTB, sebanyak 933 KM berada di Pulau Sumbawa dan 560 KM di Pulau Lombok. Khusus di kawasan Soromandi, terdapat sekitar 18 KM jalan provinsi yang kondisinya rusak parah dan telah dibiarkan selama hampir 30 tahun.

Jalan yang menjadi urat nadi distribusi hasil tani, akses pendidikan, dan kesehatan ini tidak mendapatkan prioritas perbaikan dalam alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Padahal, kerusakan ini telah meningkatkan risiko kecelakaan, menaikkan biaya logistik, serta menghambat mobilitas ekonomi masyarakat lokal.

“Persoalan ini bukan lagi hanya sekadar soal aspal dan lubang jalan, melainkan tanda watak kekuasaan yang gagal menjadikan keadilan pembangunan sebagai fondasi utama pemerintahan,” ujar Furkan Y.K, Mantan Ketua Umum Himsi Mataram.

Kritikan ini menyoroti penggunaan APBD NTB yang mencapai Rp5,62 Triliun. Secara teoritis, anggaran tersebut seharusnya menjadi instrumen untuk mengoreksi ketimpangan sosial. Namun dalam praktiknya, pembagian anggaran diduga lebih didasarkan pada pertimbangan politik dan kedekatan dengan pusat kekuasaan, bukan pada tingkat urgensi atau kerusakan.

Sebagai perbandingan, disebutkan bahwa pembangunan infrastruktur di ruas Lenangguar–Lunyuk, Kabupaten Sumbawa pada tahun 2025 menyerap anggaran sekitar Rp20 Miliar. Hal ini memunculkan persepsi bahwa penyaluran dana lebih didorong oleh lobi politik dan spekulasi kekuasaan, bukan berdasarkan data kerusakan yang paling parah.

Fenomena ini mempertegas dugaan bahwa pembangunan di NTB masih bergerak dalam pola sentralistik. Pulau Lombok tetap menjadi episentrum pertumbuhan dan penerima manfaat terbesar, sementara wilayah timur seperti Bima dan Dompu terus berada dalam posisi subordinat.

Pemerintah dinilai lebih fokus pada proyek-proyek yang memiliki nilai simbolik tinggi dan mudah dipromosikan secara visual, dibandingkan menyelesaikan masalah dasar di wilayah pinggiran yang dampaknya tidak langsung terlihat secara politis.

“Pemerintah saat ini secara terbuka mengakui adanya asimetrisme pembangunan, namun pengakuan itu tidak diikuti langkah korektif yang nyata,” tambah sumber yang memantau kebijakan daerah.

Kondisi ini membawa dampak serius bagi masa depan NTB. Secara ekonomi, daya saing masyarakat desa melemah akibat biaya distribusi yang tinggi. Secara sosial, masyarakat mulai merasa teralienasi dan tidak diperlakukan setara sebagai warga NTB.

Jika dibiarkan, ketimpangan ini berisiko melahirkan krisis legitimasi politik. Publik akan memandang pemerintah hanya hadir dalam slogan, namun absen dalam realitas. Lebih jauh, sejarah mencatat bahwa daerah yang terlalu lama dipinggirkan berpotensi melahirkan tekanan sosial dan politik yang dapat mengguncang stabilitas pemerintahan daerah.

Hingga saat ini, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah pembangunan NTB benar-benar bertujuan inklusif untuk seluruh wilayah, atau hanya berputar pada kawasan yang dianggap strategis secara ekonomi dan politik?(Admin02-Lv)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum Julien Nicolas Angkat Suara, Tegaskan Investasi PT BSS Legal

    Kuasa Hukum Julien Nicolas Angkat Suara, Tegaskan Investasi PT BSS Legal

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Syaiful Bahri
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Taliwang, Lombokvoice | Kuasa Hukum PT Bukit Samudra Sumbawa, Muhammad Erry Satriyawan, SH., MH., CPCLE, meminta semua pihak berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan publik yang dapat berpotensi menimbulkan pencemaran nama baik perusahaan maupun individu. Hal ini menyusul beredarnya tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya terkait dugaan tidak berizin dalam kegiatan usahanya. “Perlu diluruskan bahwa isu ini bermula […]

  • Bea Cukai, Penentu Kelancaran Logistik MotoGP Mandalika 2025

    Bea Cukai, Penentu Kelancaran Logistik MotoGP Mandalika 2025

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 838
    • 0Komentar

    MANDALIKA, Lombokvoice – Di balik gemerlapnya ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 yang akan digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, ada satu peran krusial yang tidak boleh luput dari perhatian, yakni Bea Cukai menjadi salah satu penentu kelancaran logistik MotoGP Mandalika. Kelancaran arus barang menjadi kunci suksesnya balapan ini. Untuk itu, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menjalin […]

  • Audiensi SEMESTA NTB di Dispar Lombok Barat Berakhir Ricuh Didatangi Kelompok Lain

    Audiensi SEMESTA NTB di Dispar Lombok Barat Berakhir Ricuh Didatangi Kelompok Lain

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

      Lombok Barat, Lombokvoice 4 Agustus 2026 – Upaya Serikat Masyarakat NTB (SEMESTA NTB) mendesak transparansi dan ketertiban pengelolaan pariwisata di Kabupaten Lombok Barat berakhir ricuh. Kegiatan audiensi yang semula berlangsung di ruang rapat Dinas Pariwisata Lombok Barat tiba-tiba memanas saat kedatangan sekelompok elemen lain yang dipimpin Fathurahman Lord, yang melontarkan kata-kata kasar hingga mengusir […]

  • BPD Tegaskan APBDes Desa Tua Nanga Telah Direalisasikan Sesuai Aturan, Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas

    BPD Tegaskan APBDes Desa Tua Nanga Telah Direalisasikan Sesuai Aturan, Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Lombokvoice, Sumbawa Barat – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tua Nanga menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) telah direalisasikan sebagaimana mestinya. Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya tuduhan bahwa Kepala Desa Tua Nanga tidak merealisasikan APBDes 2025 hingga akhir tahun. BPD menyatakan informasi tersebut tidak benar dan berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan, seluruh tahapan […]

  • Komitmen Gubernur NTB Labuhan Jambu Dikembangkan Jadi Destinasi Unggulan

    Komitmen Gubernur NTB Labuhan Jambu Dikembangkan Jadi Destinasi Unggulan

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sumbawa Besar | Gubernur NTB, yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata NTB H. Ahmad Nuralia memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan Sail Wonderful Indonesia 2025 yang diawali dengan Welcome Ceremony di Taman Hiu Paus, Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Senin malam (15/9). Event bertaraf internasional ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkenalkan potensi wisata bahari Nusa […]

  • Diduga Beroperasi 4 Hari Berturut-turut, Perjudian “Bola Adil” Di Rona-Rona Desa Ganti

    Diduga Beroperasi 4 Hari Berturut-turut, Perjudian “Bola Adil” Di Rona-Rona Desa Ganti

    • calendar_month Sel, 13 Okt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    LOMBOK TENGAH, Lombokvoice 13 Oktober 2026 — Suasana meriah hiburan rakyat “Rona-Rona” di Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, ternyata menyisakan kekhawatiran mendalam di kalangan warga. Di balik keramaian yang seharusnya menjadi sarana rekreasi keluarga, muncul dugaan kuat adanya praktik perjudian berjenis “bola adil” yang telah beroperasi terbuka selama empat hari berturut-turut. Keresahan […]

expand_less Back to top