Hasbi, S.IP.: Langkah Sendiri, Pengabdian untuk Semua — Petahana Kuripan Kembali Maju Bawa Semangat Kesederhanaan
- account_circle redaktur
- calendar_month Kam, 15 Okt 2026
- visibility 4

LOMBOK BARAT, 15 Oktober 2026 — Di tengah hiruk-pikuk pendaftaran yang biasanya diwarnai keramaian dan sorak-sorai, suasana di Desa Kuripan terasa tenang namun bermakna. Hasbi, S.IP., petahana yang kembali mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Kuripan, melangkah ke sekretariat panitia pendaftaran seorang diri — tanpa iring-iringan, tanpa kemeriahan. Sebuah pesan sederhana namun mendalam: bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak diukur dari keramaian di belakangnya, melainkan dari ketulusan pengabdiannya kepada rakyat.
Bagi Hasbi, keputusan untuk kembali maju bukanlah soal ambisi, melainkan kelanjutan dari sebuah tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.
“Sebagai petahana, saya memahami bahwa jabatan adalah amanah. Melanjutkan pengabdian adalah ikhtiar yang harus ditempuh melalui proses demokrasi. Saya tidak kembali karena merasa paling sempurna. Saya kembali karena masih ada pengabdian yang ingin dituntaskan,” ucapnya dengan rendah hati.
Keputusan mendaftar seorang diri bukan tanda sepi dukungan. Justru, ia ingin menegaskan satu hal penting: bahwa kekuasaan dan kepemimpinan pada akhirnya bukan tentang siapa yang paling kuat atau paling populer — melainkan tentang siapa yang paling mampu melayani kepentingan bersama.
“Saya melangkah sendiri, tetapi pengabdian ini tidak pernah tentang diri saya. Pengabdian ini adalah tentang masyarakat dan masa depan Desa Kuripan,” tegasnya.
Kesederhanaan dan ketulusan yang ditunjukkan Hasbi justru membuat namanya semakin dipercaya di mata warga. Suartini, salah satu warga Desa Kuripan, menyampaikan apresiasinya dengan tulus.
“Hasbi adalah sosok yang kami percaya. Kesederhanaannya adalah kekuatannya, dan pengabdiannya adalah bukti nyata. Beliau sangat cocok untuk kembali memimpin Desa Kuripan dan membawa kemajuan yang berkeadilan bagi kita semua,” ungkap Suartini, disetujui oleh sejumlah warga yang hadir di lokasi.
Bagi warga Kuripan, sosok Hasbi mewakili harapan akan kepemimpinan yang dekat, jujur, dan tidak berlebihan — pemimpin yang hadir bukan untuk dilihat, tetapi untuk bekerja.
Langkah Hasbi yang mendaftar tanpa kemeriahan ini menjadi pesan penting bagi seluruh masyarakat: bahwa Pilkades adalah ajang demokrasi, bukan ajang pamer kekuatan. Semangat yang dibawanya mengingatkan kita bahwa kemajuan desa tidak dibangun dengan teriakan, melainkan dengan kerja nyata, kebersamaan, dan keikhlasan yang tulus.
Semoga perhelatan demokrasi di Desa Kuripan berjalan lancar, damai, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar berpihak pada rakyat.
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar