Breaking News
light_mode
Trending Tags

CFD Difungsikan untuk Acara Pejabat, Pedagang Kecil Jadi Korban: Ruang Publik atau Panggung Seremonial?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
  • visibility 45

LOMBOKVOICE, MATARAM – Konsep Car Free Day (CFD) yang digadang-gadang sebagai “ruang napas” ekonomi bagi rakyat kecil dan UMKM, kembali menuai kontroversi. Alih-alih menjadi wadah produktivitas masyarakat, kebijakan ini dinilai sering kali berubah fungsi menjadi tempat seremoni yang mengesampingkan nasib pedagang kecil.

Kritikan keras dilontarkan terkait praktik yang kerap terjadi, di mana area CFD tiba-tiba harus “steril” demi kegiatan senam atau acara resmi pejabat. Akibatnya, pedagang yang sudah bersusah payah mempersiapkan dagangan sejak dini hari, terpaksa harus menggeser lapak secara mendadak tanpa persiapan matang.

Para pedagang kecil kerap menjadi pihak yang paling dirugikan. Mereka harus bangun sejak pukul 03.00 dini hari, memasak, dan mendorong gerobak demi memenuhi kebutuhan hidup serta biaya sekolah anak. Namun, keputusan pemindahan lokasi sering kali dikeluarkan secara sepihak dan mendadak.

“Kursi lipat memang gampang dipindah, tapi nasib orang yang mencari nafkah dari situ tidak bisa seenaknya digeser,” ungkap keterangan yang beredar, menyoroti minimnya empati dalam pengambilan keputusan.

Ironisnya, masih banyak fasilitas umum lain yang luas dan memadai seperti Lapangan Muhajirin, Lendang Bolet, hingga berbagai Gedung Olahraga (GOR) yang seharusnya bisa digunakan untuk kegiatan senam atau upacara. Namun, area CFD justru menjadi pilihan utama yang dikorbankan.

Hal ini memunculkan persepsi bahwa di mata birokrasi, keringat dan penghidupan pedagang kecil dinilai lebih murah dibandingkan kebutuhan panggung seremonial semata. Ruang publik yang seharusnya milik semua orang, mendadak dimonopoli untuk kepentingan segelintir pihak.

Salah satu kritik paling tajam menyentuh pola pikir birokrasi yang memandang ekonomi rakyat sepele, layaknya memindahkan kursi hajatan. Keputusan diambil dari balik ruangan ber-AC tanpa memahami dampak nyata di lapangan: omzet yang hilang, pelanggan yang kabur, hingga bahan makanan yang terbuang sia-sia karena basi.

Sementara pedagang merugi, penyelenggara acara tetap terlihat sukses dengan dokumentasi foto dan laporan kegiatan yang “berjalan lancar”.

Menanggapi hal ini, dinilai tidak adil jika menyalahkan aparat di lapangan seperti Satpol PP. Pasalnya, mereka hanyalah menjalankan perintah atasan, bahkan tak jarang justru turut membantu memindahkan barang dagangan.

Masalah utama terletak pada sistem dan pola pikir pengambil kebijakan yang selalu menganggap rakyat kecil harus siap mengalah kapan saja. Hal ini bertolak belakang dengan janji politik dan Peraturan Daerah yang menyatakan keberpihakan pada UMKM.

Ahmad Nouval Faorani, Sekjen Lembaga Semesta NTB, menegaskan sikapnya terkait fenomena ini.

“Pemerintah berteriak ‘UMKM Naik Kelas’, tapi di lapangan mereka disuruh minggir tiap ada hajatan penguasa. Jangan mimpi ekonomi rakyat tumbuh kalau ruangnya saja tidak pernah benar-benar milik mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, CFD tanpa keberadaan rakyat kecil ibarat jalan kosong tanpa jiwa. “Pemerintah yang tega mengosongkan jalan itu, sedang mengosongkan kepercayaannya sendiri,” pungkasnya. (**)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lewat Lomba Video Kreatif, LBH Pepadu Keadilan Ajak Warga Lombok Tengah Bersuara Cegah KKN

    Lewat Lomba Video Kreatif, LBH Pepadu Keadilan Ajak Warga Lombok Tengah Bersuara Cegah KKN

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

      LOMBOK TENGAH, Lombokvoice 14 Agustus 2026 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pepadu Keadilan Lombok Tengah mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Lombok Tengah untuk menyuarakan kepeduliannya melalui karya kreatif. Sebuah lomba video berdurasi satu menit kini dibuka lebar bagi warga untuk menyampaikan pandangan, gagasan, dan pengawasan guna mencegah praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di […]

  • Program MBG Jadi Sorotan, Bupati Loteng Libatkan Media dan Masyarakat dalam Pengawasan

    Program MBG Jadi Sorotan, Bupati Loteng Libatkan Media dan Masyarakat dalam Pengawasan

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Foto. Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, Lombokvoice, Loteng – Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, memberikan klarifikasi atas pernyataannya terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ramai diperbincangkan di media sosial usai rapat koordinasi. Klarifikasi disampaikan pada Rabu (11/2/2026) untuk meluruskan narasi yang dinilai tidak mencerminkan konteks pernyataannya. Pathul menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks […]

  • Rotasi Pejabat: Antara Hak Politik Kepala Daerah dan Prinsip Meritokrasi

    Rotasi Pejabat: Antara Hak Politik Kepala Daerah dan Prinsip Meritokrasi

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Lombokvoice, Mataram – Rotasi dan mutasi pejabat merupakan instrumen yang sah dalam tata kelola pemerintahan. Dalam negara demokrasi, kepala daerah memiliki kewenangan melakukan penataan organisasi demi meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik. Namun, kewenangan tersebut bukanlah kekuasaan tanpa batas. Ia dibatasi oleh prinsip meritokrasi, profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 […]

  • Pembangunan NTB Dinilai Masih Sentralistik: Wilayah Timur Terabaikan, Anggaran Diduga Berorientasi Politik

    Pembangunan NTB Dinilai Masih Sentralistik: Wilayah Timur Terabaikan, Anggaran Diduga Berorientasi Politik

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    LOMBOKVOICE, MATARAM – Ketimpangan pembangunan infrastruktur di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menjadi sorotan tajam. Di balik narasi besar “NTB Makmur Mendunia” yang gencar dipromosikan, realitas di lapangan menunjukkan kesenjangan yang mencolok, khususnya di wilayah pesisir timur seperti Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Sebuah kritik keras dilontarkan terkait pola pengelolaan anggaran di era kepemimpinan Lalu […]

  • Tak Pernah Lelah Mengawal Keadilan: LBH Pepadu Keadilan Sambut Kamis dengan Perjuangan di Dua Pengadilan

    Tak Pernah Lelah Mengawal Keadilan: LBH Pepadu Keadilan Sambut Kamis dengan Perjuangan di Dua Pengadilan

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

      LOMBOK TENGAH, Lombokvoice 14 Agustus 2026 — Semangat menegakkan keadilan tak pernah mengenal kata lelah. Pada Kamis mendatang, jajaran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pepadu Keadilan akan membagi langkah perjuangannya di dua pengadilan sekaligus demi membela hak-hak masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum. Di Pengadilan Negeri Praya, tim LBH Pepadu Keadilan akan hadir mengawal kelima perkara […]

  • BREAKING NEWS: Suasana Memanas! Sekda Lombok Tengah Marah dan Tutup Mulut Saat Ditagih Janji Penertiban Retail Modern

    BREAKING NEWS: Suasana Memanas! Sekda Lombok Tengah Marah dan Tutup Mulut Saat Ditagih Janji Penertiban Retail Modern

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    LOMBOKVOICE, LOMBOK TENGAH – Suasana audiensi atau hearing antara Aliansi Semesta NTB bersama Serikat Masyarakat Lombok Tengah dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berlangsung panas, Kamis (23/4/2026). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah tampak emosi, marah, dan enggan memberikan keterangan kepada awak media yang ingin mengkonfirmasi kelanjutan penertiban ritel modern. Ketika didekati untuk meminta tanggapan terkait […]

expand_less Back to top